Senin, 18 November 2024

nasehat mulia 1




#nasehatmulia

إذا قصد العلماء بالعلم المال والجاه تحاسدوا 

*Ketika tujuan ulama ber ilmu adalah harta dan pangkat maka mereka akan saling menghasud.*

_Al-Imam Ghazali_





الغَافِلُ اِذاَ اَصْبَحَ نَظَرَ فيماَ يَفْعَلُ، والعاَقِلُ يَنْظُرُ ماَذاَ يَفْعَلُ اللهُ بِهِ

Orang yang lalai memulai harinya dengan memikirkan apa yang harus ia lakukan, Sedangkan orang berakal merenungkan apa 
.yang dilakukan Allah terhadap dirinya

_Ibn Athoillah_


عندما تصل لمرحلة ترى فيها كل شيء تافه فاعلم أنك فهمت الحياة

*Ketika engkau berada pada titik di mana semua yg engkau lihat terkesan tidak bersrati, ketahuilah bahwa engkau memahami arti kehidupan* 

_Nazar Qabbani_
 

لا يهدم المودة بين شخصين إلا ثلاث;
كثرة الخطأ ، وكثرة الكذب ، وقلة الإهتمام

Keakraban (kasih sayang) dua orang bisa hilang dan hancur disebabkan 3 hal:
Sering mengulang-ulang kesalahan, sering berdusta dan kurangnya perhatian.

_Khalil Khibran_


السعادات التي تدسها في جيوب الآخرين .. ستعود يوما لتختبئ في جيوبك عندما تحزن.

*Kebahagiaan yg pernah engkau sisipkan dalam saku orang lain, suatu saat akan kembali diam-diam saat engkau berduka.*

_Anis Mansur_


عامل الناس بثلاث :-
- إن لم تنفعه فلا تضره.
- وإن لم تفرحه فلا تحزنه.
- وان لم تمدحه فلا تذمه.

*Perlakukanlah manusia dengan 3 hal:*

*1- jika kau tak bisa memberi manfaat, maka jangan merugikan.*
 *2- Jika kau tak bisa membahagiakannya maka jangan membuatnya sedih.*
*3- Jika kau tak bisa memuji/menghargainya, maka jangan mencelanya.*

_Syaikh mutawalli As Sya’rawi_


قطرة الماء تثقب الحجر لا بالعنف ولكن بتواصل السقوط.

Tetesan air melubangi batu, bukan dengan kekerasan, melainkan dengan sentuhan lembut yang tanpa henti.

_Ibnu Hazm Al-Andalusi_


جمهور العصاة اعتمدوا على رحمة الله وعفوه وكرَمه، ونسوا أنّه شديد العقاب

*Umumnya, para ahli maksiat mengandalkan kasih sayang Allah, ampunan dan juga kebaikan-Nya. Namun mereka lupa bahwa siksaan Allah pun sangatlah berat.*

_Ibnu Jauzi_

Inspirasi Pagi 3

Tanggalkan Beban

Selama masih ada hari esok, itu tandanya kita masih memiliki waktu untuk berbenah, kita masih mempunyai peluang untuk memperbaiki kesalahan dan mengatur langkah hidup ke depan.

Selama matahari masih terbit esok hari, itu tandanya Allah masih memberkahi, jangan risaukan apa yang menjadi kebutuhan kita karena Allah pasti sediakan.

Selama masih ada hari esok, maka kita akan bertemu harapan baru, untuk apa berputus asa, sebab kita masih bisa mencobanya kembali esok hari.

Tanggalkan beban yang melekat pada pundak kita hari ini. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari Jangan berlarut-larut dalam kekecewaan. Dengan kecewa hanya akan membuat hidup semakin berantakan.

Jika hari ini kita gagal menabur, taburlah di hari esok,jika hari ini kita gagal memberi, berilah di hari esok. Jika hari ini kita gagal memaafkan, maka maafkanlah di hari esok, jika kita gagal mengasihi hari ini, cobalah kembali di hari esok.

Hari esok selalu memberi kita kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Ingatlah selalu Perlindungan Allah dan penyertaan Allah tidak akan bisa di beli oleh uang
Tetaplah bersyukur

Semoga Allah bimbing kita untuk selalu bersyukur dan ridlo atas ketentuan Allah bagi kehidupan kita..
Aamiin

Senin, 11 November 2024

INSPIRASI PAGI 2

ANOMALI REZEKI

Ada seseorang yang berusaha untuk hidup ngirit. Dia sedang berusaha menabung, & mengurangi pengeluaran termasuk menunda zakat & sedekah !

Dia sering cek saldo, dan punya target angka khusus dengan saldonya, setiap pengeluarannya dipantau & hitung sebagai beban, pendeknya dia berusaha untuk KIKIR.

Duarrr... Beberapa bulan ini justru ujian finansial datang bertubi, diuji dengan cobaan finansial, Allah "merampas"nya dengan cara yang sungguh di luar dugaan.

Mulai dari harus betulkan rumah, yang nilai perbaikannya bagi dirinya lumayan besar, bolak-balik servis kendaraan, baik mobil/motor hingga pengeluaran-pengeluaran kecil yang intensitasnya super-duper & di luar nalar.

Disadarinyalah bahwa ini kejadian bukan sekali tetapi berkali-kali, dan polanya selalu sama: ketika berusaha untuk "ngirit" termasuk menunda kebiasaan berbagi.

Well...harta itu unik, justru berkembang ketika dia dialirkan, semakin deras aliran keran di bawahnya maka semakin deras pula aliran di atasnya.

Adapun mengenai besarnya harta yang dimiliki, bukan dari seberapa besar kita disiplin dalam mengatur pengeluarannya, tapi dari seberapa besar wadahnya, seberapa pantas kita mendapatkannya.

Ketika diri kita menjadi perantara atas rejeki orang lain, salah satunya dengan memberi baik kepada karyawan ataupun kepada yang membutuhkan, karna ada hak mereka dalam harta kita, sebetulnya kita sudah memantaskan diri utk menerima lebih.

Boleh percaya/ tidak, kita simpulkan ada 2 pola terkait dengan REJEKI:

1. bahwa jika kita tidak mengeluarkannya, maka Allah-lah yg dgn paksa akan mengeluarkannya.

2. harta tidak akan menumpuk ketika kita menimbunnya, tapi harta akan semakin banyak ketika kita mengalirkannya & pantas untuk memperolehnya,
Boleh percaya atau tidak.

Semoga Allah bimbing kita untuk selalu bersyukur dan ridlo atas ketentuan Allah bagi kehidupan kita.
Aamiin.